Tips Berteman Dengan Baik dan Benar
Teman adalah orang yang ada disaat kamu bahagia dan disaat
kamu sedih. Itu adalah definisi teman menurut gue, dan kita punya masing-masing
versi dalam mengartikan kata ‘teman’. Sebenernya dalam berteman ngga ada
hal-hal baku yang harus kita pelajari, tapi buat beberapa orang sangatlah sulit
untuk mencari dan mendapatkan teman, apalagi buat mereka yang kurang bergaul
sama lingkungannya. So, sekarang gue mau berbagi kira-kira apa aja sih yang
harus kita tau saat mau dan sedang berteman, dan mudah-mudahan ini dapat
membantu beberapa orang yang gue sebutkan diatas tadi.
Sip..?
Oke kita mulai…
1.
Bertemanlah
dengan segala jenis umur.
Umur adalah salah satu kendala bagi
beberapa orang untuk berteman, terutama anak muda. Mereka cenderung mencari
teman yang seumuran atau dibawah mereka karena masing-masing dari mereka dapat
mengimbangi satu sama lain. Dan mereka menganggap bahwa berteman dengan orang
yang lebih tua atau jauh lebih tua sulit dilakukan karena terpaut umur dan
bahan pembicaraan yang berbeda. Padahal ketika kita berteman dengan orang yang
jauh lebih tua dari kita, kita akan mendapat banyak hal yang belum seharusnya kita
tau di umur kita. Dan kita bisa banyak mengambil pelajaran dari mereka, dan
biasanya secara tidak langsung kita dipimpin oleh mereka untuk lebih dewasa.
2.
Bertemanlah
dengan semua kalangan
“semua manusia adalah sama dimata Tuhan”
pernah denger ungkapan ini..? ya, ungkapan ini adalah ungkapan orang yang
sangat bijaksana. Tapi ada yang lebih bijak lagi “semua manusia adalah sama
dimata Tuhan, tapi kan beda dimata manusia” hehehehe.. Banyak orang yang tidak
PeDe saat mau menjalin hubungan dengan orang karena status sosialnya, misalkan
malu berteman dengan orang kaya, karena kamu anak dari keluarga sederhana, atau
sebaliknya, malu berteman sama orang sederhana, padahal kamu anak dari
konglomerat setara CIPUTRA. Padahal, ini sangat berguna ketika kamu membutuhkan
bantuan mereka. Misalkan, kamu punya teman dari kalangan fotografer, lalu teman
kamu yang lain mau melangsungkan pernikahan dan kebetulan dia sedang mencari
fotografer. Kamu bisa langsung bilang “hey..saya punya temen fotografer, pakai
jasa dia aja..” kan jadi saling membantu. Si fotografer dapet job dan temen kamu yang menikah dapet jasanya si fotografer.
Lah..saya dapet apa dong..? ya sukur-sukur kalo kamu kecipratan tip dari mereka, kalo ngga, kan ada
Tuhan yang bales.
3.
Bertemanlah
‘tanpa perasaan’
Maksud ‘tanpa perasaan’ disini bukannya
kamu bertemen terus kamu pukulin dia, ngatain dia dengan seenaknya atau bahkan
ngelukain dia dengan benda tajam. Jangan..! Maksudnya disini ‘tanpa perasaan’
adalah kamu murni berkenalan dengan dia/mereka untuk tujuan berteman, bukan
yang lain, misalkan untuk pacaran sama salah satu temen kamu. Loh berarti
dilarang dong buat pacaran sama temen..? bukannya dilarang. Mari kita pikir
sama-sama. Waktu kamu dan dia kenalan untuk jadi temen, udah lama berjalan,
keadaan berkata lain, kamu jomblo dia jomblo. Tiba-tiba kamu mulai suka sama
dia, mulai pendekatan ke orangtuanya, mulai suka sama-samain kesukaan, misalkan
dia suka warna ungu, kamu suka warna ungu. Dia hobi nonton, kamu jadi hobbi
nonton, padahal dulu kalo nonton film beli DVD bajakan dari Glodok. Terus, dia
suka sama cowok macho tiba-tiba kamu juga jadi ikutan juga suka sama.. ah yang
itu jawab sendiri ajah.
Singkat cerita kamu jadian sama dia, selang
berapa lama terjadi konflik dan kalian putus hingga akhirnya kalian saling
membenci. Jadi setiap ketemu, bawaannya pengen marah terus sama dia. Pengen
ngumpul sama temen-temen kamu, kamu harus nanya dulu ada ‘dia’ atau engga. Kan
jadi terganggu semuanya. Belum lagi kalo tiba-tiba acara jadi ngga asik karena
kalian berdua yang konflik terus kaya amerika dan irak, atau palestina dan Israel,
atau kaya POLRI sama KPK.
Dan lagi kalo kita pikir bareng-bareng, mana
yang lebih baik kamu relakan, pertemanan yang hilang atau ‘cinta’ yang
sebenarnya cuma karena perasaan sesaat aja..?
4.
Mainlah
sesekali kerumah teman kamu
Dengan main kerumah teman kamu berarti kamu
mendekatkan diri tidak hanya kepada teman kamu saja, tapi kamu juga akrab
dengan keluarga teman kamu. Dengan begitu terjalin hubungan baru antar
keluarga. Ini lebih sering terjadi pada perempuan, mereka bisa saling akrab
bahkan dengan keluarga besar temannya. Kasus pada laki-laki adalah, mereka
lebih suka ngumpul di luar rumah, dan pulang masing-masing. Jadi mereka jarang
yang mau main kerumah temannya.
Nah terus apa manfaatnya kalo kita main
kerumah dan dikenal sama keluarganya, apalagi sampe akrab..?
·
Kamu
dikenal sama keluarga teman kamu.
Keluarga, khususnya orangtua temen kamu jadi tau dengan siapa anak mereka
berteman dan seperti apa sebenarnya sifat anak mereka dalam pergaulannya.
·
Banyak
relasi
Misalkan kamu adalah orang rantau yang tinggal disuatu daerah tanpa
orangtua. Pada saat hari raya, kamu ngga bisa pulang ke daerah kamu untuk
silaturahmi dengan orangtua kamu disana. Kamu bisa mengunjungi rumah temen kamu
dan bersilaturahmi dengan keluarga mereka, apalagi biasanya saat hari raya
adalah saat dimana rumah sedang ramai-ramainya dikunjungi sanak keluarga.
5.
Jaga
kepercayaan teman kamu
Manusia memang tidak ada yang sempurna,
namun kesempurnaan bisa kita ciptakan dengan berusaha. Kepercayaan adalah hal
yang sangat krusial yang harus dijaga disemua bidang, termasuk juga dalam hal
berteman. Dalam hal ini butuh keterbukaan antar teman sangatlah penting. Jangan
ketika ketemu saling suka, pas lagi ngga ketemu jadi bahan omongan. Keterbukaan
disini artinya kita harus jujur apapun adanya terhadap teman kita. Mudahnya ‘
suka bilang suka, ngga suka bilang ngga suka’. Kebanyakan orang ngga mau jujur
sama temannya karena ada bebeerapa faktor, antara lain :
·
Ngga mau
temennya tersinggung
Sebagai teman yang baik terkadang kamu harus memberi masukan buat temen
kamu, tapi kamu takut ngelakuin itu karna tau dia orang yang gampang
tersinggung, belum lagi kalo misalkan kamu kasih kritik di bidang yang sangat
dia kuasai. Padahal sebagai temen yang baik kamu harus jujur apa adanya sama
dia supaya dia bisa berkembang.
·
Kamu
sangat-sangat membutuhkan dia
Kadang buat beberapa orang berteman itu kaya memanfaatkan apa yang ada
dari temannya. Misalkan dia punya gadget
bagus yang kamu ngga punya, dan kamu suka banget sama gadget itu. Dan akhirnya kamu melakukan apa saja yang dia katakan
dan mengiyakan apa yang menurut dia baik, padahal itu salah. Demi untuk bisa
terus deket sama gadget itu.
Sadarilah segera itu bukan hal yang baik.
6.
Start
caring each other
Artinya, mulailah untuk perduli satu sama
lain. Karena dengan kepedulian kamu bisa tau keadaan teman kamu sedetail
mungkin, tapi inget jangan kepo (pengen tau banget). Misalkan dia lagi bahagia
karena dia dapet nilai A di ujian bahasa inggrisnya, atau ketika dia lagi
kesepian saat ditinggal orangtuanya ke kampung halaman, atau ketika dia ketemu
lawan jenisnya yang sedang dia suka. Itu adalah hal-hal kecil yang mesti kamu
tau sebagai teman. Karena apa, kepedulian memunculkan hubungan yang lebih erat
satu sama lain.
7.
Seringlah
introspeksi diri
Ini yang malas dilakukan manusia dewasa
ini. Mereka hanya mau dimengerti tanpa mau mengerti orang lain dan juga mereka
merasa paling benar. Egois. Hal seperti ini lah yang seharusnya dibuang
jauh-jauh dari kita. Apalagi dalam berteman, saling introspeksi diri adalah hal
yang terbaik untuk mengetahui kesalahan aoa yang pernah kamu buat sama teman
kamu. Mungkin kamu nggga merasa punya salah, Cuma kan “dalam laut orang tau,
dalam hati siapa tau”. Buatlah satu waktu khusus untuk kamu dan teman-teman
kamu saling introspeksi diris. Bila perlu lakukan secara berkala agar kamu dan
teman kamu bisa sama-sama tau kesalahan masing-masing dan ngga akan mengulang
kesalahan itu lagi dikemudian hari. Dan pada saat introspeksi diri, sebisa
mungkin katakan yang sejujurnya tentang kesalahan teman kamu, biar semuanya clear.
Oke…?
Itu adalah beberapa tips yang bisa gue
bagikan kepada kalian soal berteman, mudah-mudahan kalian suka dan bisa mengaplikasikan
tujuh hal diatas sama teman kamu dan liat apa yang akan terjadi setelah itu.Salam super, Super bubur. :)
-THANKS FOR VISITING THIS BLOG-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar